 |
| camble |
Budidaya Hamster, Kecil-Kecil, Gede Hasilnya
Binatang yang
menyerupai marmut atau tikus ini memang sedang popular. Permintaan dari
luar daerah sangat tinggi. Tertarik membudidayakan hamster? Tertarikkah
untuk mengembangbiakkan binatang bernama hamster?. Mengacu pada bentuk
yang mirip-mirip marmut atau tikus ini, rasanya tak banyak yang melirik.
Ya, hamster adalah salah satu binatang omnivora dengan kriteria fisik
badan gemuk, berekor pendek dan memiliki telinga berbulu. Hamster
memiliki bulu yang tebal dan panjang, dan berbagai warna bulu tergantung
spesies hamster tersebut seperti hitam, putih, abu-abu, kuning bahkan
merah.
Meski pun berbentuk mini, hamster memiliki keragaman spesies.
Sebut saja hamster emas (Mesocricetus auratus) dan hamster kerdil
(Phodopus). Dari kedua spesies itu pun masih terbagi lagi menurut
keragaman warna bulu. Namun, dari banyaknya jumlah spesies hamster yang
ada, hamster kerdil yang paling banyak diminati untuk dipelihara sebagai
binatang kesayangan.
Menyadari hal tersebut saya menekuni budidaya hamster, selain sebagai hobby
tentunya. “Saya mulai serius ternak hamster sejak 4 bulan silam.
Awalnya hanya memelihara saja, untuk kesenangan pribadi. Tetapi, tak
hanya saya saja, adik,kakak dan keluarga pun menyukai hamster dan memelihara. Jadilah
bisnis ternak hamster keluarga,” terangnya mengawali topik pembicaraan.
Memulai
dengan modal awal berkisar antara Rp3 juta hingga Rp4 juta. Dalam minggu ini saja saya sudah menjual kurang lebih 16 pasang (32) hamster. Jadi jika ditotal selama sebulan mampu menjual hamster
sebanyak 108 ekor. Permintaan pasar sangat tinggi, apalagi untuk jenis
Roborovski. Meskipun harga jual jenis Roborovski terbilang tinggi
tetapi selalu habis bahkan sampai kekurangan,”
Di showroom yang terletak di
bilangan. Ada tiga jenis hamster yang dibiakkan yakni Hamster
Campbell, Hamster Winter White dan Hamster Roborovski dan syiria. “Dari jenis
Campbell pun masih banyak variasi warnanya, ada Albino, Dominan Spot,
Black Platinum, Panda, Black Beer, Mocca. Jenis Winter White ada Pearl,
Golden, Violet dan Safir. Dan jenis yang ketiga Roborovski. Dari ketiga
jenis tersebut masih banyak lagi loh warnanya bahkan sampai tak
terhitung,”
Alasan dasar pemilihan
hamster mini adalah karena pertimbangan pemeliharaan,
hamster mini berbeda dengan hamster lokal. Jika dilihat dari bentuk,
tubuh hamster lokal jauh lebih besar. Tetapi tak hanya bentuk fisik saja
yang diamati, dari kemudahan pemeliharaan hamster mini memiliki
keunggulan. “Memelihara hamster mini tidak terlalu sulit selain itu
kebersihan pun mendukung. Mengacu pada bentuknya yang mini maka terkait
langsung dengan ukuran pup-nya (kotorannya, red) yang kecil pula. Jadi
kandang tidak terlalu kotor,” lanjutnya.
Ia pun mengilustrasikan,
kandang yang baik adalah berukuran lebar 25 sentimeter, panjang 40
sentimeter, dan tinggi 30 sentimeter untuk dua ekor hamster., kandang yang terlalu padat memberikan
dampak ‘ketidakbebasan’ bagi hamster itu sendiri. Selain itu, tipe
karakter hamster pun bermacam-macam layaknya manusia, ada yang agresif,
hiperaktif, pemalas, pemalu bahkan buas.
“Jika dipaksakan dalam
satu kandang bisa saja saling berkelahi bahkan membunuh. Apalagi saat
musim kawin tiba, sebisa mungkin jauh-jauh hari sudah dipisahkan dan
diberikan pasangan-pasangan. Kelak, saat musim kawin tiba lagi maka
tidak saling berebut karena sudah mengenal pasangan mereka sebelumnya.
Hamster termasuk tipe yang setia terhadap pasangannya, mereka mengenali
pasangannya dari indra penciuman,”
Binatang yang berukuran tak lebih
dari 13 sentimeter ini, memiliki tingkat produktifitas yang tinggi.
Hamster mulai bereproduksi ketika memasuki bulan ketiga. Sedangkan untuk
jumlah anak yang dilahirkan, dari satu pasangan hamster Campbell bisa
menghasilkan jumlah minimal empat ekor dan maksimal delapan ekor untuk
masa kehamilan 12 hari.
“Hamster Campbell termasuk jenis yang buas.
Jika anak yang baru dilahirkan disentuh tangan manusia maka ia akan
memakan anak tersebut karena dianggap musuh. Campbell pun secara
otomatis akan memakan anaknya yang cacat untuk menghidupi anaknya yang
sehat dari nutrisi air susunya. Berbeda dengan hamster Winter White,
meski tidak memakan anaknya seperti hamster Campbell, Winter White bisa
saja tidak menyusui anaknya karena faktor air susu tidak keluar atau si
anak ‘berbau manusia’. Jadi tidak semuanya bisa hidup,”
Lantas apa sih jenis makanan hamster? “Sebenarnya yang
perlu diperhatikan adalah minumannya, jangan sampai kehabisan karena
makanan hamster sifatnya kering seperti kuaci, pellet dan sebagainya.
Tetapi boleh pula memberi variasi dua minggu sekali dengan sayuran toge”.
Mematok
harga hamster Campbell seharga Rp. 40 ribu/ekor dan hamster Roborovski
seharga Rp. 75 ribu/ekor,di daerah pesisir selatan